"Assalamu'alaikum, eyang Sastro. Semangat sekali dan makin segar saja kelihatannya", sapa saya kepada lelaki tua itu.
"Wa'alaikum
salam, alhamdulillah mas Ray tambah sehat. Iya mas, ini mau muter-muter lagi. Pagi
ini kok kelihatannya bakalan cerah. Sayangnya sampeyan ndak bisa ikut",
jawabnya dengan ramah. Selalu penuh semangat.
Sekilas saya
mengamati mata tuanya. Masih tajam, seolah menyimpan sejuta wibawa.
Garis wajahnya keras namun tutur katanya lembut menyejukkan.
Nama
lengkap beliau Pramono Sastrodiharjo Sosrodinigrat. Dulu orang-orang
biasa memanggilnya pak Pram atau mister Pram, namun saya lebih suka
memanggilnya eyang Sastro. Asli priyayi Solo, masih keturunan ningrat,
sekaligus pedagang dan pengusaha ulung. Sekitar 5 tahun yang lalu beliau
memutuskan memutuskan pensiun dari perusahaan besarnya. "Sudah saatnya
yang tua istirahat, biar yang muda-muda yang kerja", katanya bijak.



